keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Pemuda Jombang Nekat Melakukan Usaha Ilegal Mengolah Merkuri
News

Pemuda Jombang Nekat Melakukan Usaha Ilegal Mengolah Merkuri

Elitelaangels.com – Terlilit hutang sebesar Rp 2 miliar, seorang pemuda bernama Ari S asal Jombang kedapatan melakukan usaha ilegal yaitu melakukan pengolahan merkuri. Merkuri sendiri adalah sebuah cairan logam atau perak yang biasa disebut dengan raksa.

“Dia membeli batu sinabar 5 ton. Diolah menjadi 2 ton merkuri dengan harga per liter Rp 3 juta. Kalau diproduksi semua dengan campuran bahan baku tertentu, bisa senilai Rp 6 miliar,” tutur Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin saat jumpa pers di mapolda, Jalan Ahmad Yani, Surabaya.

Menurut pengakuan dari tersangka, dirinya sudah menjalankan usaha nekat dan ilegal ini kyrang lebih selama 2 bulan. Diketahui juga jika sang pelaku membeli batu sinabar seberat 5 ton dari petambang di Pulau Seram, Kabupaten Ambon.

“Beroperasi sekitar dua bulan,” ujarnya Machfud Arifin.

Pelaku yang diketahui pernah merantau dan bekerja di Ambon nampaknya sangat tahu keadaan dan pasar yang membutuhkan merkuri.

“Dia pernah bekerja di sana (Pulau Seram). Jadi sudah tahu pasarnya. Merkuri ini rencananya dijual ke Jakarta, Kalimantan dan tempat tambang emas,” jelasnya.

“Di sana kan sudah dioperasi oleh Polda Maluku. Makanya dia pindah operasi di Kediri,” imbuhnya.

Merkuri sendiri termasuk zat yang sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh maupun lingkungan. Meskipun, sebenarnya merkuri juga digunakan untuk penambangan emas maupun kosmetik.

“Waduh, ini sangat berbahaya. Makanya pemerintah melarangnya dan dibuatkan undang-undang yang baru diterbitkan di Tahun 2017,” jelasnya Machfud.

Menanggapi kasus ini, pihak kepolisian akan menindak dengan tegas terhadap produksi pengolahan merkuri di Jawa Timur. Sebelum membongkar pengolahan merkuri di Kediri ini. Polda Jatim juga sudah membongkar kasus yang sama di Jombang dan Tuban.

“Merkuri biasanya untuk penambangan emas, untuk kosmetik dan macam-macam. Merkuri berbahaya untuk kesehatan dan lingkungan,” Machfud mengakhiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *