keyboard_arrow_right
keyboard_arrow_right
Sandiaga Uno: Asian Games 2018 Aman Dari Mati Listrik
News

Sandiaga Uno: Asian Games 2018 Aman Dari Mati Listrik

Elitelaangels.com – Menjadi tuan rumah dari perhelatan olahraga terbesar di Asia tentu sangat membagakan ini juga dirasakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno yang menuturkan jika dirinya sangat antusias.

Bahkan diketahui jika Sandiaga Uno telah melakukan sebuah pencegahan dini mati listrik di Asian Games 2018 yang bisa sangat mengganggu dengan melakukan kerjasama dengan mengganeng pihak GM PLN Jakarta.

“Tadi kedatangan GM PLN Jakarta, kita akan mulai memasukkan PLN ke dalam tim karena salah satu risiko yang terbesar adalah masalah listrik. Kita harus pastikan ada lapisan satu, ada lapisan dua, dan tiga dan ada skenario terburuk kalau listrik mati,” tutur Sandiaga di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Tindakan ini, Sandi lakukan untuk menjaga kenyamanan dari para atlet dan jalannya Asian Games 2018. Seperti yang diketahui, ketika acara pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia diselenggarakan kejadian tidak terduga yang sangat mengganggu terjadi yaitu mati listrik.

“Di pelantikan kemarin nggak apa-apa mati satu menit, tapi kalau di pertandingan waktunya sudah mendekati akhir terus tiba-tiba mati bisa-bisa buyar itu konsentrasi maupun hasilnya,” jelasnya.

“Jadi itu harus kita antisipasi dari awal dan kita akan ajak teman PLN untuk ikut monitoring untuk persiapan karena kebetulan lima bulan pas seratus limapuluh hari lagi,” tambahnya Sandi.

Lebih lanjut mengenai persiapan untuk pembukaan Asian Games 2018, Sandi mengatakan akan ada rencana parade pembawaan obor yang pesertanya akan berjumlah 2018 pelari.

“Sayang (obor) tidak bisa dibawa ke Pulau Seribu. Tapi kita akan menyusur pantai untuk menunjukan bahwa Jakarta itu adalah kota pesisir dan saya akan memimpin tim kecil karena saya punya pengalaman membawa obor Olimpiade di 2012,” tuturnya Sandi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *